Seorang Pemimpin Sejatinya Memahami Kekuatan Organisasi

Ekonomi83 Dilihat

PEDAMARAN,||PelitaOnline|| Kepemimpinan yang baik bukan hanya tentang kemampuan mengarahkan, tetapi juga tentang keteladanan dalam menjalankan tata kelola yang sehat dan menginternalisasikan nilai-nilai luhur dalam setiap langkah organisasi.

Seorang pemimpin sejati memahami bahwa kekuatan organisasi tidak bertumpu pada dirinya seorang, melainkan pada seluruh anggota yang menjadi ujung tombak pengabdian dan penggerak utama di lapangan.

Dalam organisasi kemasyarakatan, paguyuban, organisasi adat, maupun lembaga adat, kepemimpinan memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar menjalankan roda organisasi. Pemimpin dituntut hadir sebagai pengayom yang mampu merangkul seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang, menjaga persatuan di tengah perbedaan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi yang dipimpin.

Kebersamaan yang kokoh lahir dari sikap saling menghormati, saling mendengarkan, dan saling mendukung. Di sinilah peran pemimpin menjadi sangat penting, yaitu menjaga harmoni, meredam perbedaan yang berpotensi menjadi perpecahan, serta menumbuhkan semangat gotong royong sebagai warisan nilai yang harus terus dijaga.

Ketika nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan kepedulian berhasil ditanamkan dalam hati setiap anggota, organisasi tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga menjadi rumah besar yang memberikan rasa aman, nyaman, dan kebanggaan bagi semua. Seorang pemimpin yang mampu menjadi pengayom akan dikenang bukan karena kekuasaan yang dimilikinya, melainkan karena ketulusan hati, kebijaksanaan sikap, dan kemampuannya menjaga persaudaraan agar tetap utuh dalam suka maupun duka.

Ketua Lembaga Adat Marga Danau (LAMD) Listiadi Martin, S Sos MM, membenarkan hal tersebut “Sebagai orang yang di tuakan dalam memimpin organisasi di Lembaga Adat Marga Danau (LAMD) saya selalu mengedepankan pendapat dari anggota serta masukan-masukan para pemangku adat lainnya. Kolektif kolegial sudah menjadi rumusan dalam kepemimpinan kami,” kata Listiadi

Sebab menurut Listiadi, pada akhirnya, keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya diukur dari program yang terlaksana atau prestasi yang diraih, melainkan dari seberapa kuat persatuan dan kebersamaan dapat terus terjaga dari generasi ke generasi. Itulah warisan kepemimpinan yang sesungguhnya.

Kini LAMD, sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan Gerakan Seribu Danau
(GSD) sebagai program sosial ke-masyarakatan di wilayah Kecamatan Pedamaran khususnya diberbagai daerah lain umumnya. “Oleh karena itu, kami selalu mengharapkan dukungan dorongan dan do’a dari para pembina agar program sosial dari kita, untuk kita, dan untuk masyarakat kita, dapat berjalan optimal.
(Cakdar)

Komentar